Latest Articles

Cara membuat Layout Buku Sederhana dengan Indesign

Selamat malam pembaca, sudah lama saya ndak posting di blog Tutorial ini, malam ini, saya akan posting tentang cara membuat layout buku sederhana di adobe indesign, dikarenakan banyak sekali pembaca yang rikues untuk dibuatkan tutorial cara membuat layout buku.

Oke, Mari kita mulai.

Anggap saja, kita sedang akan membuat buku Novel, ukurannya 13 x 19 cm.

Silahkan klik File > New > Document

Mari kita atur dokumen-nya. Silahkan Isi Number of Pages dengan jumlah halaman novel yang akan anda buat (boleh diisi asal). Kemudian Page Size-nya, Width 130 mm (13 cm) dan Height-nya 190 mm (19 cm). Abaikan Columns. Kemudian atur Marginnya, pada bagian margin ini, saya mengisinya dengan Top 15 mm, Bottom 20 mm, Inside 18 mm, dan Outside 15 mm.



Jika sudah, maka kita akan mendapatkan 50 halaman dokumen. Dimana halaman satu berupa halaman single, sedangkan halaman berikutnya adalah halaman ganda, alias berpasangan.



Mari kita fokus ke halaman 2 dan seterusnya (halaman ganda), hal ini saya maksudkan untuk mempermudah desain layout muka buku halaman kanan dan kiri.


Kalau sudah, mari kita mengatur halaman master. Caranya, Klik panel Pages, kemudian klik icon master pages

NB: Halaman master adalah halaman template, Format halaman master ini akan teraplikasikan untuk seluruh halaman. Jadi kalau di MS Word kita mengenal Header and Footer, maka di Indesign, untuk membuat Header and Footer, bisa diatur di halaman Master.

Kalau sudah, kita akan dihadapkan pada dokumen berisi halaman ganda, kanan dan kiri. Halaman kanan mengatur seluruh halaman ganjil (1,3,5,dst), sedangkan halaman kiri mengatur seluruh halaman genap (2,4,6,dst).



Disinilah kita bisa bermain-main dengan desain layout. Kita bisa menambahkan aneka ornamen atau kreasi objek dalam halaman, selama masih berada di luar zona garis margin (garis berwarna ungu), karena zona di dalam garis margin adalah zona yang akan diisi dengan materi novel.

Hal pertama dan paling penting adalah menentukan desain layout dan menentukan lokasi nomor halaman. Setelah itu, kita bisa menambahkan Nama Penulis Novel beserta judul bab-nya atau malah judul novelnya, tapi biasanya dalam novel, yang ada hanya nomor halaman dan judul bab-nya.

Oke, saya akan mencoba menambahkan desain ornamen sederhana di halaman master, berupa garis di bawah margin. Saya juga akan menambahkan nomor halaman di masing-masing tepi luar di bawah garis ornamen tadi, maka jadinya adalah seperti di bawah ini.



NB: Untuk membuat nomor halaman, bisa dibaca Disini.

Saya juga akan menambahkan judul Bab di bagian bawah ornamen dan nama penulis di bagian atas halaman. Maka, jadinya seperti ini.



Untuk melihat tampilan preview, silahkan tekan W, hasilnya akan seperti ini.

.

Nah, karena kita sudah selesai membuat desain layoutnya, sekarang, saatnya kita mengisi halaman konten dengan naskah novelnya.

Klik panel Pages, kemudian klik icon pages



Setelah di klik icon pages, kita akan kembali pada halaman pages (yang 50 halaman tadi).

Klik Text tool pada Tool box di sebelah kiri halaman.



Kemudian buat area text dengan ukran persis dengan area margin, caranya, klik pada ujung area margin bagian kiri atas, kemudian drag sampai berhenti di area margin bagian kanan bawah.



Kalau sudah, silahkan paste-kan naskah novel yang ada (kalau belum punya naskah, ambil saja naskah apa saja, kan cuma buat contoh).

Kalau sudah dipastekan, maka tulisan akan terpotong hanya sampai pada bagian area margin, untuk melanjutkan ke halaman berikutnya, silahkan klik tanda overset text (kotak bertanda plus berwarna merah), kemudian lepaskan ke ujung margin kiri atas halaman berikutnya. Begitu seterusnya sampai text naskah mencukupi.





Agar tampilan naskah lebih rapi, anda bisa membuatnya menjadi rata kanan kiri, alias justified, caranya blok seluruh naskah (ctrl A) dan klik tanda Justified.

.

Kalau sudah, maka tampilan Layout kita sudah rapi, silahkan tekan W untuk melihat tampilan preview.

.

Jadi deh layout buku sederhana kita.

Nah, pembaca, mungkin sampai disini dulu tutorial tentang cara membuat Layout Buku Sederhana di Indesign.

Saya yakin, pasti ada dari pembaca yang masih kurang jelas dengan tutorial ini, karenanya, saya membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada pembaca untuk bertanya apabila masih ada yang kurang jelas atau masih membingungkan. Silahkan bertanya lewat kolom komentar yang sudah disediakan, atau bisa juga lewat twitter saya di @AgusMagelangan.

Matursuwun, Salam Indesign Indonesia.
Baca Selengkapnya

Cara memasukkan foto/gambar ke dalam Indesign

Foto atau gambar adalah unsur penting dalam proses pembuatan desain cetak, tak terkecuali dalam desain layout. Nah Di Indesign, untuk memasukkan gambar ke dalam lembar kerja, caranya sangat mudah, yaitu dengan menggunakan Place.

Pertama, siapkan lembar kerja yang ingin ditambahkan gambar, trus klik File>Place. Silahkan pilih gambar yang ingin dimasukkan, jika sudah, klik Open dan letakkan gambar di tempat yang anda inginkan.



Sedangkan bila ingin memasukkan gambar ke dalam objek, caranya hampir sama dengan cara di atas, bedanya, sebelum anda klik place, anda harus siapkan terlebih objek yang ingin dimasukkan gambar, Baru setelah itu anda klik File>Place.





Cara lain yang cukup mudah adalah dengan langsung men-drag file foto dari folder ke taskbar Adobe Indesign. Cara ini adalah yang paling sering saya gunakan, karena lebih praktis dan lebih cepat.



Nah, pembaca, bagaimana? cukup mudah bukan?
Baca Selengkapnya

Mengatasi tampilan gambar yang pecah di Indesign

Kalau anda menggunakan indesign dan anda ingin memasukan gambar ke dalam lembar kerja (Place), maka begitu gambar masuk ke halaman indesign, pasti kualitas gambarnya akan langsung pecah, padahal sebelum di place di Indesign, kualitasnya bagus.

Apakah penyebab akan hal ini? apakah gambar yang dimasukan ke dalam indesign kualitasnya berkurang?

Tidak, tidak. Setiap gambar yang diplace di indesign sama sekali tidak berkurang kualitasnya. Resolusinya akan tetap seperti sedia kala. Lantas, mengapa tampilan di halaman indesign-nya pecah?

Hal itu karena setiap gambar yang di place di Indesign, mode tampilannya adalah default, yaitu Typical Display, dimana gambar memang ditampilkan dengan resolusi rendah. Hal ini dimaksudkan untuk meringankan kinerja indesign.

Di Indesign sendiri, ada 3 mode tampilan gambar, yaitu Fast Display, Typical Display, dan High Quality Display.

Fast Display : Semua tampilan gambar hanya ditampilkan sebagai obyek polos berwarna abu-abu, sehingga tak bisa terlihat gambarnya, biasanya mode ini hanya dipergunakan untuk presentasi tata letak.

Typical Display : Merupakan tampilan default. Gambar ditampilkan dengan resolusi rendah, sehingga tampilannya menjadi pecah.

High Quality Display : Tampilan Resolusi tinggi, gambar ditampilkan dengan resolusi sesuai resolusi gambar aslinya, tanpa dikurangi.

Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat keterangan gambar berikut ini.



Agar tampilan gambar di indesign tidak pecah, anda harus mengubah mode tampilan default dari Typical Display ke High Quality Display.

Caranya, silahkan pilih View > Display Performance > High Quality Display.



Tapi perlu diingat, jika anda memilih menggunakan mode High Quality Display, maka performa indesign akan berat, dan mungkin akan menjadi lemot. Jadi, Silahkan gunakan tampilan High Quality Display hanya pada saat tertentu saja. Kalau memang tidak terlalu diperlukan, lebih baik tetap gunakan mode Typical Display.
Baca Selengkapnya

Cara membuat Footnotes (Catatan Kaki) di Indesign

Dalam proses pembuatan layout buku, biasanya kita sering memberikan yang namanya Footnotes atau catatan kaki. Footnotes atau Catatan kaki ini adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan.

Nah, kalau di Indesign, bagaimanakah cara membuatnya? mari kita bahas.

Sebagai contoh, berikut ini saya ambilkan text dari internet yang akan saya gunakan sebagai contoh naskah.



Dari contoh naskah di atas, yang ingin saya tambahkan catatan kaki-nya adalah kata nyengkuyung (bahasa jawa, artinya ikut serta). Kata nyengkuyung ini dalam text di atas saya tulis miring (italic)

Nah, untuk memberikan catatan kaki atau footnotes, silahkan arahkan kursor di akhir kata nyengkuyung (persis setelah huruf g). Kalau sudah, silahkan pilih Type > Insert Footnotes.



Maka setelah itu, otomatis akan muncul Reference number (nomor keterangan) setelah kata nyengkuyung yang disertai dengan Footnote text (keterangan) di bawah layer text. Silahkan isi Footnote text dengan keterangan yang diinginkan. Misal dalam contoh tadi, Footnote text saya isi dengan "ikut serta" (yang merupakan arti dari kata nyengkuyung tadi).





Jadi deh footnotes-nya, gampang kan?

Oke, tapi mungkin barangkali ada yang kurang sreg dengan footnotes pada cntoh di atas, soalnya jarak antara footnotes dengan text utama terlalu rapat. Lalu, bagaimanakah cara mengatasinya?

Caranya, silahkan pilih Type > Document Footnote options, lalu akan muncul pilihan Document Footnote options, silahkan klik pada tab layout, kemudian pada pilihan Minimum Space Before First Footnote, silahkan isi sesuai keinginan. semakin besar nilainya, semakin renggang jarak anatara footnote dengan text utama.





Oke, sudah jelas kan? sudah bisa kan membuat footnote.. Sampai jumpa di tutorial indesign berikutnya ya mas mbak.

Agus Mulyadi, @agusmagelangan
Baca Selengkapnya

Cara Export dari Indesign ke format JPEG

Beberapa waktu yang lalu, seorang pembaca blog ini menanyakan kenapa Indesign tidak bisa disimpan dalam format Jpeg melainkan hanya bisa disimpan dalam format file Indesign (.Indd), padahal beliau membutuhkan hasil file berformat gambar agar bisa diperlihatkan kepada temannya.

Pada dasarnya, format penyimpanan indesign memang hanyalah .indd. Karenanya jangan heran jika di saat di Save atau Save as, pilihan save as type-nya hanya Indesign document, dan bukan JPEG.

Lalu. bisakah kita menghasilkan file JPEG dari file Indesign? Jawabannya BISA. Caranya? Caranya adalah dengan mengexport-nya. Berikut ini adalah Cara Export indesign ke format JPEG.

Nah, saat anda selesai mengolah atau mendesain sebuah layout di Indesign, silahkan save terlebih dahulu lembar kerja anda.

Jika sudah, silahkan pilih File > Export atau bisa juga menggunakan shotcut CTRL+E



Pada Pilihan Save as Type, silahkan Pilih JPEG (Jangan lupa juga untuk menentukan Folder tempat penyimpanan)



Pada pilihan export, silahkan pilih All jika anda ingin mengexport seluruh halaman, namun jika ingin mengexport halaman tertentu, silahkan pilih range dan tulis halaman berapa saja yang ingin diexport (dipisahkan dengan tanda koma, contoh: 1,5,21,4). Pada pilihan Image, silahkan pilih quality, resolution, dan colour space (optional, jika diperlukan). Setelah yakin, silahkan klik Export



Tunggu beberapa saat, setelah export selesai, silahkan buka folder tempat penyimpanan, maka hasil file JPEG anda sudah tersimpan di folder tersebut.



Bagaimana? Mudah bukan?
Baca Selengkapnya

Package, Menyimpan File Indesign beserta Link dan Font-nya

Selamat malam, dalam edisi kali ini, saya akan membahas tentang Package, posting ini merupakan tanggapan atas pertanyaan dari Mbak Sifa February yang ditanyakan via email perihal Package. Oke, Langsung saja. Monggo.

Sebelum saya bahas tentang Package, ada baiknya saya bahas dulu tentang Link pada Indesign, Link adalah file yang diimport ke dalam Indesign, bisa berupa file gambar (JPEG, PNG, GIF), file PDF, maupun file video. Nah, perlu diketahui, dalam Indesign, source file yang diimport ke dalam Indesign tidak langsung tersimpan dalam file Indesign-nya (.indd), file Indesign hanya menyimpan shortcut-nya. Pusing ya? oke deh, saya terangkan dengan bahasa yang lebih bisa dipahami.

Misalnya anda memasukkan gambar yang berlokasi di My Picture (C:\Documents and Settings\Administrator\My Documents\My Pictures) ke dalam Indesign. Nah, walaupun gambar tersebut sudah diimport ke dalam Indesign, namun jika anda menghapus file gambar yang ada di folder my Pictures tadi, maka gambar yang ada di Indesign tadi otomatis menjadi pecah. Karena itulah, jika file indesign ingin dipindah ke komputer lain, maka otomatis file-file gambar yang dipakai juga harus ikut dipindahkan pula.

Begitu pula dengan Font, Kadang tampilan font bisa dibuka di komputer A, tapi tidak terbaca di komputer B. Sebabnya karena ada bberapa font di komputer A yang belum terinstall di Komputer B, Karena itulah file font juga penting untuk ikut dipindahkan juga.



Hanya saja, kadang si Layouter sering kesulitan memindahkan file gambar (link) dan font, karena biasanya lokasi foldernya berserakan.

Nah, untuk itulah diperlukan yang namanya Package. Package adalah proses dimana file indesign bisa disimpan dalam satu folder lengkap bersama link (file gambar maupun PDF) yang dipakai bersama Font yang dipakai. Sehingga sangat memudahkan layouter dalam memindahkan file kerjaan.



Nah, untuk mem-Package ini, caranya mudah, yaitu klik File > Package atau bisa juga alt+shift+ctrl+P, kemudian pilih Package, lalu tentukan lokasi penyimpanan yang anda inginkan.



Oh ya, sebelum dipackage, file indesign harus terlebih dulu di save. Bagaimana? mudah bukan?

Oke, sekian dulu tutorial indesign kali ini, saya tak bosan-bosannya mengingatkan pembaca sekalian agar berkenan mengirimkan saran, kritik, atau pertanyaan seputar Indesign. Untuk pertanyaan, bisa diajukan melalui form di sebelah kanan blog ini, pertanyaan yang menarik akan kami jawab melalui postingan.
Baca Selengkapnya