Latest Articles

Cara memasukkan foto/gambar ke dalam Indesign

Foto atau gambar adalah unsur penting dalam proses pembuatan desain cetak, tak terkecuali dalam desain layout. Nah Di Indesign, untuk memasukkan gambar ke dalam lembar kerja, caranya sangat mudah, yaitu dengan menggunakan Place.

Pertama, siapkan lembar kerja yang ingin ditambahkan gambar, trus klik File>Place. Silahkan pilih gambar yang ingin dimasukkan, jika sudah, klik Open dan letakkan gambar di tempat yang anda inginkan.



Sedangkan bila ingin memasukkan gambar ke dalam objek, caranya hampir sama dengan cara di atas, bedanya, sebelum anda klik place, anda harus siapkan terlebih objek yang ingin dimasukkan gambar, Baru setelah itu anda klik File>Place.





Cara lain yang cukup mudah adalah dengan langsung men-drag file foto dari folder ke taskbar Adobe Indesign. Cara ini adalah yang paling sering saya gunakan, karena lebih praktis dan lebih cepat.



Nah, pembaca, bagaimana? cukup mudah bukan?
Baca Selengkapnya

Mengatasi tampilan gambar yang pecah di Indesign

Kalau anda menggunakan indesign dan anda ingin memasukan gambar ke dalam lembar kerja (Place), maka begitu gambar masuk ke halaman indesign, pasti kualitas gambarnya akan langsung pecah, padahal sebelum di place di Indesign, kualitasnya bagus.

Apakah penyebab akan hal ini? apakah gambar yang dimasukan ke dalam indesign kualitasnya berkurang?

Tidak, tidak. Setiap gambar yang diplace di indesign sama sekali tidak berkurang kualitasnya. Resolusinya akan tetap seperti sedia kala. Lantas, mengapa tampilan di halaman indesign-nya pecah?

Hal itu karena setiap gambar yang di place di Indesign, mode tampilannya adalah default, yaitu Typical Display, dimana gambar memang ditampilkan dengan resolusi rendah. Hal ini dimaksudkan untuk meringankan kinerja indesign.

Di Indesign sendiri, ada 3 mode tampilan gambar, yaitu Fast Display, Typical Display, dan High Quality Display.

Fast Display : Semua tampilan gambar hanya ditampilkan sebagai obyek polos berwarna abu-abu, sehingga tak bisa terlihat gambarnya, biasanya mode ini hanya dipergunakan untuk presentasi tata letak.

Typical Display : Merupakan tampilan default. Gambar ditampilkan dengan resolusi rendah, sehingga tampilannya menjadi pecah.

High Quality Display : Tampilan Resolusi tinggi, gambar ditampilkan dengan resolusi sesuai resolusi gambar aslinya, tanpa dikurangi.

Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat keterangan gambar berikut ini.



Agar tampilan gambar di indesign tidak pecah, anda harus mengubah mode tampilan default dari Typical Display ke High Quality Display.

Caranya, silahkan pilih View > Display Performance > High Quality Display.



Tapi perlu diingat, jika anda memilih menggunakan mode High Quality Display, maka performa indesign akan berat, dan mungkin akan menjadi lemot. Jadi, Silahkan gunakan tampilan High Quality Display hanya pada saat tertentu saja. Kalau memang tidak terlalu diperlukan, lebih baik tetap gunakan mode Typical Display.
Baca Selengkapnya

Cara membuat Footnotes (Catatan Kaki) di Indesign

Dalam proses pembuatan layout buku, biasanya kita sering memberikan yang namanya Footnotes atau catatan kaki. Footnotes atau Catatan kaki ini adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran atau akhir bab karangan ilmiah. Catatan kaki biasa digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar, menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan.

Nah, kalau di Indesign, bagaimanakah cara membuatnya? mari kita bahas.

Sebagai contoh, berikut ini saya ambilkan text dari internet yang akan saya gunakan sebagai contoh naskah.



Dari contoh naskah di atas, yang ingin saya tambahkan catatan kaki-nya adalah kata nyengkuyung (bahasa jawa, artinya ikut serta). Kata nyengkuyung ini dalam text di atas saya tulis miring (italic)

Nah, untuk memberikan catatan kaki atau footnotes, silahkan arahkan kursor di akhir kata nyengkuyung (persis setelah huruf g). Kalau sudah, silahkan pilih Type > Insert Footnotes.



Maka setelah itu, otomatis akan muncul Reference number (nomor keterangan) setelah kata nyengkuyung yang disertai dengan Footnote text (keterangan) di bawah layer text. Silahkan isi Footnote text dengan keterangan yang diinginkan. Misal dalam contoh tadi, Footnote text saya isi dengan "ikut serta" (yang merupakan arti dari kata nyengkuyung tadi).





Jadi deh footnotes-nya, gampang kan?

Oke, tapi mungkin barangkali ada yang kurang sreg dengan footnotes pada cntoh di atas, soalnya jarak antara footnotes dengan text utama terlalu rapat. Lalu, bagaimanakah cara mengatasinya?

Caranya, silahkan pilih Type > Document Footnote options, lalu akan muncul pilihan Document Footnote options, silahkan klik pada tab layout, kemudian pada pilihan Minimum Space Before First Footnote, silahkan isi sesuai keinginan. semakin besar nilainya, semakin renggang jarak anatara footnote dengan text utama.





Oke, sudah jelas kan? sudah bisa kan membuat footnote.. Sampai jumpa di tutorial indesign berikutnya ya mas mbak.

Agus Mulyadi, @agusmagelangan
Baca Selengkapnya

Cara Export dari Indesign ke format JPEG

Beberapa waktu yang lalu, seorang pembaca blog ini menanyakan kenapa Indesign tidak bisa disimpan dalam format Jpeg melainkan hanya bisa disimpan dalam format file Indesign (.Indd), padahal beliau membutuhkan hasil file berformat gambar agar bisa diperlihatkan kepada temannya.

Pada dasarnya, format penyimpanan indesign memang hanyalah .indd. Karenanya jangan heran jika di saat di Save atau Save as, pilihan save as type-nya hanya Indesign document, dan bukan JPEG.

Lalu. bisakah kita menghasilkan file JPEG dari file Indesign? Jawabannya BISA. Caranya? Caranya adalah dengan mengexport-nya. Berikut ini adalah Cara Export indesign ke format JPEG.

Nah, saat anda selesai mengolah atau mendesain sebuah layout di Indesign, silahkan save terlebih dahulu lembar kerja anda.

Jika sudah, silahkan pilih File > Export atau bisa juga menggunakan shotcut CTRL+E



Pada Pilihan Save as Type, silahkan Pilih JPEG (Jangan lupa juga untuk menentukan Folder tempat penyimpanan)



Pada pilihan export, silahkan pilih All jika anda ingin mengexport seluruh halaman, namun jika ingin mengexport halaman tertentu, silahkan pilih range dan tulis halaman berapa saja yang ingin diexport (dipisahkan dengan tanda koma, contoh: 1,5,21,4). Pada pilihan Image, silahkan pilih quality, resolution, dan colour space (optional, jika diperlukan). Setelah yakin, silahkan klik Export



Tunggu beberapa saat, setelah export selesai, silahkan buka folder tempat penyimpanan, maka hasil file JPEG anda sudah tersimpan di folder tersebut.



Bagaimana? Mudah bukan?
Baca Selengkapnya

Package, Menyimpan File Indesign beserta Link dan Font-nya

Selamat malam, dalam edisi kali ini, saya akan membahas tentang Package, posting ini merupakan tanggapan atas pertanyaan dari Mbak Sifa February yang ditanyakan via email perihal Package. Oke, Langsung saja. Monggo.

Sebelum saya bahas tentang Package, ada baiknya saya bahas dulu tentang Link pada Indesign, Link adalah file yang diimport ke dalam Indesign, bisa berupa file gambar (JPEG, PNG, GIF), file PDF, maupun file video. Nah, perlu diketahui, dalam Indesign, source file yang diimport ke dalam Indesign tidak langsung tersimpan dalam file Indesign-nya (.indd), file Indesign hanya menyimpan shortcut-nya. Pusing ya? oke deh, saya terangkan dengan bahasa yang lebih bisa dipahami.

Misalnya anda memasukkan gambar yang berlokasi di My Picture (C:\Documents and Settings\Administrator\My Documents\My Pictures) ke dalam Indesign. Nah, walaupun gambar tersebut sudah diimport ke dalam Indesign, namun jika anda menghapus file gambar yang ada di folder my Pictures tadi, maka gambar yang ada di Indesign tadi otomatis menjadi pecah. Karena itulah, jika file indesign ingin dipindah ke komputer lain, maka otomatis file-file gambar yang dipakai juga harus ikut dipindahkan pula.

Begitu pula dengan Font, Kadang tampilan font bisa dibuka di komputer A, tapi tidak terbaca di komputer B. Sebabnya karena ada bberapa font di komputer A yang belum terinstall di Komputer B, Karena itulah file font juga penting untuk ikut dipindahkan juga.



Hanya saja, kadang si Layouter sering kesulitan memindahkan file gambar (link) dan font, karena biasanya lokasi foldernya berserakan.

Nah, untuk itulah diperlukan yang namanya Package. Package adalah proses dimana file indesign bisa disimpan dalam satu folder lengkap bersama link (file gambar maupun PDF) yang dipakai bersama Font yang dipakai. Sehingga sangat memudahkan layouter dalam memindahkan file kerjaan.



Nah, untuk mem-Package ini, caranya mudah, yaitu klik File > Package atau bisa juga alt+shift+ctrl+P, kemudian pilih Package, lalu tentukan lokasi penyimpanan yang anda inginkan.



Oh ya, sebelum dipackage, file indesign harus terlebih dulu di save. Bagaimana? mudah bukan?

Oke, sekian dulu tutorial indesign kali ini, saya tak bosan-bosannya mengingatkan pembaca sekalian agar berkenan mengirimkan saran, kritik, atau pertanyaan seputar Indesign. Untuk pertanyaan, bisa diajukan melalui form di sebelah kanan blog ini, pertanyaan yang menarik akan kami jawab melalui postingan.
Baca Selengkapnya

Cara membuat Drop Cap (huruf besar di awal paragraf) pada Indesign

Dalam surat kabar atau majalah, sering kita temukan drop cap atau huruf yang berukuran besar di awal paragraf. Drop cap ini lazim digunakan selain untuk menonjolkan bagian text di awal paragraf, namun juga sering digunakan sebagai penghias dan sisi artistik.



Nah, lalu, bagaimankah cara membuat drop cap pada adobe indesign? Berikut ini adalah caranya

Pertama, siapkan paragraf text yang mau dibuat drop cap, arahkan kursor mouse (dalam type tool mode) pada huruf awal paragraf. Setelah itu, silahkan pilih menu Paragraph di panel bar sebelah kanan, jika tak ada, silahkan pilih menu Windows > Type & Tables > Paragraph atau tekan Alt+Ctrl+T.

Di menu paragraph, ada 8 pengaturan, yang terbagi menjadi 4 baris kiri dan kanan, untuk mengatur drop cap, yang digunakan adalah baris terbawah (kiri dan kanan), yaitu Drop Cup Number of Lines dan Drop cup one or more character.

Drop Cup Number of Lines berfungsi untuk mengatur jumlah baris huruf yang dipakai untuk drop cap, sedangkan Drop cup one or more character mengatur jumlah karakter huruf di awal paragraf yang akan dibuat drop cap.



Nah, untuk membuat drop cap, silahkan isi pilihan Drop Cup Number of Lines dengan jumlah baris yang akan dipakai sebagai drop cap, bisa 2, 3, 4 atau terserah, tapi yang lazim digunakan adalah 3.
Baca Selengkapnya