Latest Articles

Cara Membuat Layout Majalah Sederhana dengan InDesign

Oke pembaca, karena banyak sekali permintaan tentang membuat layout majalah dengan Indesign, maka kali ini, saya akan mencoba menulis tutorial cara me-layout majalah sederhana dengan Indesign. Tutorial yang saya buat ini secara garis besar hanya berupa tutorial pokok prinsipil dalam layout majalah yang sifatnya teknis. Untuk masalah style, itu tergantung masing-masing designer.

Dalam tutorial ini, saya menggunakan ukuran dokumen A4, dengan jumlah halaman yang sedikit (namanya juga cuma contoh, jadi ndak perlu banyak-banyak tho? hehehe)

Pertama-tama, silahkan buka indesign sampeyan. Klik file > New > Document, dan isi jumlah halaman sesuai jumlah halaman yang anda inginkan (biasanya kelipatan 4), namun karena tutorial disini hanya contoh, maka saya buat 12 halaman saja ya. Centang box facing pages, isi column dengan angka 3, dan gutter dengan angka 5 mm (column adalah jumlah kolom pada setiap template halaman, sedangkan gutter adalah jarak antar kolomnya). Isi nilai margin sesuai dengan selera. Tapi dalam tutorial ini, margin saya isi 30-20-20-15. Kalau sudah, klik OK



Maka, format dokumen yang akan muncul kira-kira akan seperti ini



Kalau sudah, mari kita buat template halaman pada master. Template halaman ini adalah format halaman yang nantinya bakal ada di setiap halaman. Silahkan klik pages trus klik dua kali pada halaman A Master



Di halaman master A ini, silahkan buat ornamen (atau kalau di Ms Word, sejenis Header and Footer) sesuai selera. Bisa dengan garis, logo majalah, atau ornamen untuk meletakkan halaman.

Untuk ornamen pada contoh kali ini, saya membuatnya seperti ini



Sedangkan ornamen untuk meletakkan halaman, saya buat di bagian bawah luar pada setiap halaman, dengan model seperti di bawah ini



Untuk yang masih bingung bagaimana cara membuat penomoran halaman, silahkan dibaca Disini

Oke, sekarang, mari kita buat halaman awal. Misal, dalam contoh ini, kita ingin memulai dengan membuat layout majalah pada sebuah bab artikel.

Pertama-tama, silahkan buat judulnya dulu menggunakan Type Tool. Buat ukuran font-nya yang besar (namanya juga judul, jadi harus besar dong, hehehe)



Jika sudah, silahkan masukkan artikelnya. Buat ukuran font-nya 10 px. Tempatkan pada kolom sebelah kiri yang sudah tersedia. Bisa dibuat rata kiri atau rata kanan kiri (tergantung selera), tapi dalam contoh ini, saya buat rata kanan-kiri alias justify.

Nantinya, text akan terpotong sesuai dengan batas area text, dan akan muncul tanda overset text berupa tanda plus berwarna merah, silahkan klik tanda plus merah ini dan letakkan pada kolom di sebelahnya untuk melanjutkan text. Begitu juga saat kolom kedua penuh, lakukan hal yang sama, sehingga text akan tersambung sampai kolom ketiga.





Pada kolom ketiga, masih ada sisa ruang yang cukup banyak, hal ini bisa kita siasati dengan memasukkan gambar. Caranya, klik text area pada kolom satu dan kolom dua (caranya, klik dulu pada text area kolom satu, kemudian tahan shift, lalu klik text area kolom dua). Kemudian naikkan text areanya sampai kolom ketiga mentok, sehingga sisa ruang kosong yang ada kini berpindah posisi menjadi di bawah text area kolom satu dan dua.



Jika sudah, silahkan masukkan gambar dan letakkan pada ruang kosong tersebut. (Untuk memasukkan gambar di Indesign, caranya bisa dilihat Disini)



Nah, layout kita sudah jadi. Beginilah kira-kira penampakannya.

Layout Majalah Indesign

Untuk berikutnya, kita bisa mencoba menggunakan variasi lain. Contoh, pada artikel kedua, halaman awalnya akan saya buat dengan dua kolom serta dengan penambahan gambar ilustrasi. Saya juga akan menambahkan drop cap pada awal artikel ini. (Cara membuat drop cap, bisa dilihat disini)

Kira-kira, beginilah hasilnya.

Layout Majalah Indesign

Untuk artikelnya, kita bisa menyusun dengan variasi posisi text dan gambar. Contohnya seperti gambar di bawah ini.

Layout Majalah Indesign

Oke, untuk teknis desain lainnya, sampeyan semua bisa melihat referensi di internet.

Anggap saja desain layout yang anda buat sudah selesai. Maka langkah berikutnya adalah mengexport-nya ke dalam format PDF (biasanya, di percetakan, format yang sering diminta adalah PDF)

Caranya klik File > Adobe PDF Present > High Quality Print.



Oke, mungkin sampai disini dulu tutorial kita kali ini.

Saya yakin, ada banyak yang masih belum jelas atau belum mudeng dengan tutorial cara membuat layout majalah dengan indesign yang saya sajikan ini. Oleh karena itu, saya membuka kesempatan sebesar-besarnya bagi anda yang ingin bertanya atau sekadar konsultasi seputar dunia layout.

Salam Indesign, Agus Mulyadi
Baca Selengkapnya

Cara menyimpan format ukuran dokumen

Dalam format ukuran dokumen indesign, biasanya sudah ada default ukuran dokumen (page size) yang sudah tersedia. Antara lain yang sering dan lazim digunakan adalah Letter, Legal, Tabloid, A4, dll.

Nah, ada kalanya, seorang layouter ingin menggunakan pilihan default ukuran dokumen, tapi dengan ukuran dokumen yang khusus yang sering kali tidak masuk dalam default ukuran dokumen.

Ternyata, kita bisa membuat format ukuran dokumen sendiri dan memasukannya sebagai default ukuran dokumen. Caranya pun ternyata sangat mudah.

Misal, kita ingin membuat format dokumen berukuran persegi, dengan panjang 15 cm dan lebar 15 cm.

Silahkan pilih File > New > Document

Isi Width dan weight masing-masing 150 mm, kemudian pada pilihan Page Size, silahkan pilih Custom Page Size.



Pada menu custom paga seize, silahkan isi nama format ukuran dokumen, pada contoh di bawah ini, saya memberi nama "Persegi", lalu klik OK.



Setelah di klik OK, maka akan muncul dokumen dengan ukuran 15 cm x 15 cm. Format ukuran dokumen "Persegi" otomatis sudah tersimpan di database page size indesign kita.

Nantinya, jika kita ingin membuat dokumen berukuran 15 cm x 15 cm, kita tinggal memilih format ukuran "Persegi" pada menu page size tanpa harus memasukkan kembali width dan height.

Baca Selengkapnya

Membuat Bayangan (Refleksi) pada Text di InDesign

Bukan hal yang pokok, namun sering kali dalam sebuah desain, text membutuhkan variasi tampilan agar terlihat lebih menarik dan eye catching. Salah satu variasi tampilan text yang mungkin bisa dicoba adalah dengan menambahkan bayangan atau refleksi. efek bayangan atau refleksi ini seringkali menambah kesan mewah pada sebuah text. Nah, berikut ini adalah contoh preview sebuah text di InDesign yang sudah ditambah dengan bayangan atau refleksi.



Bagaimanakah cara membuat refleksi text sederhana ini, berikut ini adalah tutorialnya.

1. Silahkan buka halaman baru Indesign, caranya seperti biasa, File > New > Document, atau bisa menggunakan shorcut CTRL + N. Ukuran halaman silahkan diatur sesukanya.



2. Masukkan sebuah text yang ingin dibuat bayangan, seperti biasa, gunakan Type Tool



3. Tulis text yang anda inginkan, lalu beri warna sesuai selera



4. Gandakan text tadi menjadi dua, bisa dengan klik kanan trus copy paste, atau bisa juga dengan mendragnya sambil memencet tombol CRTL + ALT + SHIFT



5. Putar balikkan text duplikasi tadi dengan menggunakan tomblo Flip Vertical, atau bisa juga dengan klik kanan > Transform > Flip vertical. Tempatkan text duplikasi yang sudah di flip tadi berdempetan dengan text aslinya.





6. Klik Text Duplikasi tadi, kemudian klik tombol Gradient Feather Tool atau bisa juga menggunakan shotcut SHIFT + G



7. Pada Location Gradient Stops, atur menjadi 30%, sedangkan pada angle, atur menjadi 90 derajat.



8. Jika sudah, atur transparansi opacity text duplikasi menjadi 30% (tergantung selera)



9. Klik Text asli dan text duplikasi, kemudian di group, caranya, klik kanan > Group, atau bisa juga menggunakan shortcut CTRL + G. Selesai deh.



Bagaimana, mudah bukan?
Baca Selengkapnya

Fungsi Hyphenate, Pemenggalan suku kata di Indesign

Oke, dalam edisi kali ini, saya akan membahas tentang fungsi Hyphenate di adobe Indesign.

Pembahasan ini adalah jawaban untuk pertanyaan yang diajukan oleh mas Agus Setiawan yang ditanyakan lewat email.

Permisi saya mau tanya bagaimana cara full justify tapi tidak menampilkan jarak spasi yg terlalu jauh antar kalimat,,apabila kita menggunakan 3 kolom,..trims.

Untuk menjawab pertanyaan di atas, silahkan anda lihat contoh layout koran di bawah ini.



Layout di atas kalau kita amati, tampilannya text-nya sangat rapi, kendatipun dibuat justify (rata kanan-kiri) dan dibuat 3 kolom dengan lebar kolom yang terlalu lebar. Sama sekali tak ada jarak renggang yang terlalu kosong.

Apa sebabnya? Karena untuk setiap kata yang panjang, maka akan dipotong sesuai dengan suku katanya.

Oke, untuk lebih memperjelas lagi, silahkan lihat contoh di bawah ini.



Kalau dilihat, mana yang lebih rapi, Text yang atas apa yang bawah? Saya yakin anda pasti jawab yang bawah. Karena text bagian atas, nampak banyak sekali ruang renggang antar kata, sedangkan pada text yang bawah, proporsi letak katanya sangat pas.

Apa sebabnya? karena pada text bawah, saya mengaktifkan fitur Hyphenate, yaitu fitur pada indesign untuk memenggal suku kata. Jadi misalkan ada kata yang terlalu panjang di ujung ruang text, maka otomatis kata-nya akan terpotong sesuai dengan suku katanya. Misal kata "Pertanggungjawaban", jika posisinya berada di ujung ruang text, maka katanya akan dipotong menjadi "Pertanggung-jawaban", "Pertanggungja-waban", atau "Pertanggungjawa- ban", tergantung ruang text yang tersedia.



Lalu, bagaimanakah caranya mengaktifkan fitur Hyphenate ini?

Caranya, silahkan blok seluruh text yang ingin di Hyphenate, Lalu pilih menu Paragraph di panel bar sebelah kanan, trus centang kotak Hyphenate. Maka otomatis, seluruh text yang terlalu panjang yang berada di ujung area text akan terpotong sesuai suku katanya.

.

Nah, sayangnya, untuk adobe Indesign yang belum support bahasa Indonesia, pemenggalan kata hanya berdasarkan suku kata bahasa inggris, sehingga untuk kosakata bahasa Indonesia, pemenggalan katanya seringkali tidak sesuai dengan kaidah tata pemenggalan kata. Misal, kata Transportasi harusnya pemenggalan katanya adalah trans-por-ta-si, namun di Indesign sering kali berubah menjadi tran-sport-a-si.

Nah, cara mengatasinya adalah dengan menggunakan "ctrl shift -". Caranya, letakkan kursor Type tool pada suku kata yang tepat sesuai pemenggalan, setelah itu tekan "ctrl shift -", maka otomatis, pemenggalan katanya akan sesuai dengan kaidah pemenggalan suku kata bahasa kita (Indonesia).

Nah, sekian dulu, tutorial Indesign kali ini. Kalau ada pertanyaan, silahkan bisa disampaikan lewat kolom komentar atau lewat form tanya di sidebar sebelah kanan.

Salam indesign, @AgusMagelangan
Baca Selengkapnya

Cara membuat Layout Buku Sederhana dengan Indesign

Selamat malam pembaca, sudah lama saya ndak posting di blog Tutorial ini, malam ini, saya akan posting tentang cara membuat layout buku sederhana di adobe indesign, dikarenakan banyak sekali pembaca yang rikues untuk dibuatkan tutorial cara membuat layout buku.

Oke, Mari kita mulai.

Anggap saja, kita sedang akan membuat buku Novel, ukurannya 13 x 19 cm.

Silahkan klik File > New > Document

Mari kita atur dokumen-nya. Silahkan Isi Number of Pages dengan jumlah halaman novel yang akan anda buat (boleh diisi asal). Kemudian Page Size-nya, Width 130 mm (13 cm) dan Height-nya 190 mm (19 cm). Abaikan Columns. Kemudian atur Marginnya, pada bagian margin ini, saya mengisinya dengan Top 15 mm, Bottom 20 mm, Inside 18 mm, dan Outside 15 mm.



Jika sudah, maka kita akan mendapatkan 50 halaman dokumen. Dimana halaman satu berupa halaman single, sedangkan halaman berikutnya adalah halaman ganda, alias berpasangan.



Mari kita fokus ke halaman 2 dan seterusnya (halaman ganda), hal ini saya maksudkan untuk mempermudah desain layout muka buku halaman kanan dan kiri.


Kalau sudah, mari kita mengatur halaman master. Caranya, Klik panel Pages, kemudian klik icon master pages

NB: Halaman master adalah halaman template, Format halaman master ini akan teraplikasikan untuk seluruh halaman. Jadi kalau di MS Word kita mengenal Header and Footer, maka di Indesign, untuk membuat Header and Footer, bisa diatur di halaman Master.

Kalau sudah, kita akan dihadapkan pada dokumen berisi halaman ganda, kanan dan kiri. Halaman kanan mengatur seluruh halaman ganjil (1,3,5,dst), sedangkan halaman kiri mengatur seluruh halaman genap (2,4,6,dst).



Disinilah kita bisa bermain-main dengan desain layout. Kita bisa menambahkan aneka ornamen atau kreasi objek dalam halaman, selama masih berada di luar zona garis margin (garis berwarna ungu), karena zona di dalam garis margin adalah zona yang akan diisi dengan materi novel.

Hal pertama dan paling penting adalah menentukan desain layout dan menentukan lokasi nomor halaman. Setelah itu, kita bisa menambahkan Nama Penulis Novel beserta judul bab-nya atau malah judul novelnya, tapi biasanya dalam novel, yang ada hanya nomor halaman dan judul bab-nya.

Oke, saya akan mencoba menambahkan desain ornamen sederhana di halaman master, berupa garis di bawah margin. Saya juga akan menambahkan nomor halaman di masing-masing tepi luar di bawah garis ornamen tadi, maka jadinya adalah seperti di bawah ini.



NB: Untuk membuat nomor halaman, bisa dibaca Disini.

Saya juga akan menambahkan judul Bab di bagian bawah ornamen dan nama penulis di bagian atas halaman. Maka, jadinya seperti ini.



Untuk melihat tampilan preview, silahkan tekan W, hasilnya akan seperti ini.

.

Nah, karena kita sudah selesai membuat desain layoutnya, sekarang, saatnya kita mengisi halaman konten dengan naskah novelnya.

Klik panel Pages, kemudian klik icon pages



Setelah di klik icon pages, kita akan kembali pada halaman pages (yang 50 halaman tadi).

Klik Text tool pada Tool box di sebelah kiri halaman.



Kemudian buat area text dengan ukran persis dengan area margin, caranya, klik pada ujung area margin bagian kiri atas, kemudian drag sampai berhenti di area margin bagian kanan bawah.



Kalau sudah, silahkan paste-kan naskah novel yang ada (kalau belum punya naskah, ambil saja naskah apa saja, kan cuma buat contoh).

Kalau sudah dipastekan, maka tulisan akan terpotong hanya sampai pada bagian area margin, untuk melanjutkan ke halaman berikutnya, silahkan klik tanda overset text (kotak bertanda plus berwarna merah), kemudian lepaskan ke ujung margin kiri atas halaman berikutnya. Begitu seterusnya sampai text naskah mencukupi.





Agar tampilan naskah lebih rapi, anda bisa membuatnya menjadi rata kanan kiri, alias justified, caranya blok seluruh naskah (ctrl A) dan klik tanda Justified.

.

Kalau sudah, maka tampilan Layout kita sudah rapi, silahkan tekan W untuk melihat tampilan preview.

.

Jadi deh layout buku sederhana kita.

Nah, pembaca, mungkin sampai disini dulu tutorial tentang cara membuat Layout Buku Sederhana di Indesign.

Saya yakin, pasti ada dari pembaca yang masih kurang jelas dengan tutorial ini, karenanya, saya membuka kesempatan selebar-lebarnya kepada pembaca untuk bertanya apabila masih ada yang kurang jelas atau masih membingungkan. Silahkan bertanya lewat kolom komentar yang sudah disediakan, atau bisa juga lewat twitter saya di @AgusMagelangan.

Matursuwun, Salam Indesign Indonesia.
Baca Selengkapnya

Cara memasukkan foto/gambar ke dalam Indesign

Foto atau gambar adalah unsur penting dalam proses pembuatan desain cetak, tak terkecuali dalam desain layout. Nah Di Indesign, untuk memasukkan gambar ke dalam lembar kerja, caranya sangat mudah, yaitu dengan menggunakan Place.

Pertama, siapkan lembar kerja yang ingin ditambahkan gambar, trus klik File>Place. Silahkan pilih gambar yang ingin dimasukkan, jika sudah, klik Open dan letakkan gambar di tempat yang anda inginkan.



Sedangkan bila ingin memasukkan gambar ke dalam objek, caranya hampir sama dengan cara di atas, bedanya, sebelum anda klik place, anda harus siapkan terlebih objek yang ingin dimasukkan gambar, Baru setelah itu anda klik File>Place.





Cara lain yang cukup mudah adalah dengan langsung men-drag file foto dari folder ke taskbar Adobe Indesign. Cara ini adalah yang paling sering saya gunakan, karena lebih praktis dan lebih cepat.



Nah, pembaca, bagaimana? cukup mudah bukan?
Baca Selengkapnya